• Kabarnya Sentimen The Fed Kembali Tekan Rupiah

    Nilai rubah rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) bekerja melemah pada perdagangan di minggu awal ini. 

     

    Mengambil Bloomberg, Senin (15/10/2018) , rupiah di buka di angka 15. 230 per dolar AS, melemah apabila ketimbang dengan penutupan perdagangan awal kalinya yg berada pada angka 15. 197 per dolar AS. 

     

    Sejak mulai pagi sampai ini siang, rupiah bekerja di kira-kira 15. 210 per dolar AS sampai 15. 249 per dolar AS. Apabila dihitung dari mula tahun, rupiah udah melemah 12, 30 prosen. 

     

    Dan menurut Kurs Rekomendasi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) , rupiah dibandrol di angka 15. 246 per dolar AS, melemah apabila ketimbang dengan patokan satu hari awal kalinya yg berada pada angka 15. 194 per dolar AS. 

     

    Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengemukakan, gerakan dolar AS condong kuat pada beberapa mata uang dunia sejalan tetap terbukanya kemampuan untuk The Fed buat menaikan suku bunganya. 

     

    " Sejumlah golongan analis menilainya the Fed tetap terbuka buat kenaikan suku bunga dalam akhir tahun, " ujarnya dilansir dari Pada. 

     

    Meski demikian, menurutnya, pelemahan rupiah relatif hanya terbatas ditengah penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. 

     

    " Kondisi itu dikehendaki bisa kurangi dorongan pada rupiah serta terbuka kesempatan buat balik naik, " ujarnya. 

     

    Tidak hanya itu, lanjut ia, beberapa sentimen positif terlebih dari penilaian instansi asing serta beberapa negara pada kapabilitas Indonesia hadapi krisis perang dagang pun dikehendaki bisa memperkokoh laju fluktuasi rupiah. 

     

    Nilai rubah rupiah condong melemah pada dolar Amerika Serikat (AS) tak selamanya beresiko negatif terlebih untuk emiten mengarah export. Satu diantaranya emiten tekstil. 

     

    Tetapi, walaupun rupiah tertekan, pebisnis tekstil mau gerakan nilai rubah rupiah konstan pada dolar AS. 

     

    Sekretaris Perusahaan PT Sri Rizki Isman Tbk (SRIL) , Welly Salam, memaparkan rupiah melemah beresiko positif buat perseroan. Ini lantaran penerimaan perseroan tambah besar dalam dolar AS dibanding dengan biayanya. 

     

    " Apabila rupiah melemah 10 prosen karena itu laba kotor SRIL makin bertambah 100 basis point, " kata Welly kala dihubungi Liputan6. com, melalui pesan singkat, seperti ditulis Senin (15/10/2018) . 

     

    Seperti didapati, Kurs rekomendasi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) udah melemah 12, 19 prosen selama tahun berjalan 2018. Nilai rubah rupiah pada dolar AS melemah dari urutan 13. 542 pada 2 Januari 2018 ke urutan 15. 194 pada 12 Oktober 2018. 

     

    Disamping itu, PT Sri Rizki Isman Tbk membukukan kenaikan penjualan 35, 66 prosen dari USD 400, 80 juta pada semester I 2017 berubah menjadi USD 543, 76 juta pada semester I 2018. Laba periode berjalan yang bisa diatribusikan terhadap pemilik entitas induk naik 67, 67 prosen berubah menjadi USD 56, 32 juta pada semester I 2018. 

     

    Dari keseluruhan penjualan USD 543, 76 juta selama semester I 2018, menurut laporan akunting perseroan, penjualan domestik capai USD 251, 98 juta. Dan luar negeri capai USD 291, 77 juta. Penjualan itu ke Asia, Eropa, Amerika Serikat serta Latin, Uni Emirat Arab serta Afrika, dan Australia. 

     

    Soal sama dijelaskan Wakil Direktur Khusus PT Pan Brothers Tbk (PBRX) , Anne Patricia Sutanto. Pelemahan nilai rubah rupiah menguntungkan banyak exportir. Namun, Anne mengatakan pihaknya pun mau gerakan nilai rubah rupiah konstan pada dolar AS. 

     

    " Kami incomenya 97-98 prosen dalam dolar AS. Cost of material kita 60 sampai 65 prosen dalam dolar AS jadi terus wajar hedge, ” ujarnya. 

     

    PT Pan Brothers Tbk menuliskan penjualan naik 7, 98 prosen dari USD 241, 65 juta pada semester I 2017 berubah menjadi USD 260, 94 juta pada semester I 2018. Laba periode berjalan yang bisa diatribusikan terhadap pemilik entitas induk naik berubah menjadi USD 4, 77 juta. 

     

    Berkenaan perang dagang, emiten tekstil pun dapatkan kesempatan. Perihal itu bisa menggenjot export perseroan ke Amerika Serikat (AS) . 

     

    Welly mengemukakan, perang dagang berikan resiko positif. Ini lantaran ada kemampuan kenaikan export terlebih ke Amerika Serikat. Tidak hanya itu akan juga genjot export ke Eropa. “Karena konsumen dari Amerika Serikat mulai menaikkan order terhadap PT Sri Rizki Isman Tbk, ” ujar ia. 

     

    Welly prediksi, ada kenaikan lebih kurang 15-20 prosen export ke Amerika Serikat (AS) . Menurut laporan akunting perseroan semester I 2018, penjualan perseroan ke Amerika Serikat serta Amerika Latin capai USD 19, 99 juta. Urutan ini turun ketimbang semester I 2017 sebesar USD 32, 86 juta. 

     

    Soal sama dijelaskan Anne. Dia menilainya, perusahaan tekstil dapatkan keuntungan dari perang dagang. " Ini peluang buat Indonesia do reciprocal trade relationships with US, " kata ia. 

    Lihat Juga:

    rumus menghitung masa subur
    cara menghitung masa subur wanita agar cepat hamil

    Perseroan bakal genjot export ke AS mulai 2019. Dia menilainya, perang dagang itu jadi kejadian baik buat perusahaan tekstil. Ini sepanjang pemerintah pun investasi serta beri dukungan pada manufaktur. " Berkesinambungan with the policy. And give competitive edge buat perusahaan di Indonesia versi company di South East Asia atau Asia beda sebagai competitor di Indonesia, " ujar Anne.


  • Commentaires

    Aucun commentaire pour le moment

    Suivre le flux RSS des commentaires


    Ajouter un commentaire

    Nom / Pseudo :

    E-mail (facultatif) :

    Site Web (facultatif) :

    Commentaire :